23 Juli 2011

Menilik Pelanggaran Prinsip Sendiri


Semua orang memiliki beberapa atau banyak prinsip hidup tentang hal apapun, tidak terkecuali tentang harga diri. Suatu ketika, seorang sahabat saya memiliki prinsip bahwa dia tidak akan melakukan hubungan suami istri (free sex) sebelum dia menikah. Sekian lama dia berpegang teguh pada prinsip tersebut, memegangnya erat agar harga dirinya tetap sempurna bila dia bersanding dengan suaminya kelak.

Namun, perubahan akan tetap terjadi, cepat atau lambat. Sekuat apa iman dan pendiriannya untuk patuh pada prinsip tersebut, ternyata goyah dengan sebuah candaan yang berbau nikmat duniawi. Dia terlena, sesak namun nikmat, sedih tapi ingin lagi. Nah loh?

21 Juli 2011

Himbauan Untuk Mulut


Himbauan kepada para wanita agar selalu menggunakan otak dan pikirannya agar tidak beku.

From Google
Para wanita memiliki kecenderungan untuk berbicara dan menggunakan lebih banyak perbendaharaan kata dari para pria. Kecenderungan tersebut akan dibarengi dengan bercerita tentang apapun juga, curhat, bahkan bergosip. Nah, waktu luang yang banyak akan membuat para wanita memiliki waktu lebih untuk melakukan segala hal, termasuk menyita banyak waktu untuk bercerita.

Hampir sebagian besar wanita menyukai kegiatan saling bertukar cerita atau bergosip ini. Memang, pertukaran indformasi akan terasa mengalir begitu cepat dari satu mulut ke mulut yang lain, dari satu orang ke beberapa orang lain, dan seterusnya. Hingga tanpa disadari kekuatan wanita untuk menjatuhkan lawannya adalah terletak pada apa yang dikeluarkan dari mulutnya.

24 Juni 2011

Kecewa


Kita memang tidak bisa mendikte apa yang akan dipikirkan orang lain, apa yang akan dilakukan oleh orang lain. Meskipun kita telah menjaga kebaikan diri sendiri dan kebaikan yang terdapat di diri orang lain, tapi tetap saja pasti ada rasa kecewa.

Rasa kecewa mungkin akan timbul jika seseorang telah merasa kurang dihargai. Semua ini akan berhubungan dengan kebohongan, terserah apakah itu kebohongan putih (menutupi kebenaran) atau sebenarnya kebohongan. Pembenaran terhadap hal itu justru menyakitkan untuk di dengar.

Ketika seseorang berpikiran jika dia melakukan tindakan sederhana untuk menutupi kebenaran dengan tujuan agar tidak menyakiti pasangannya atau bertengkar dengan pasangannya, itu adalah kesalahan besar kawan!!! Kenapa? Jika Anda telah berkomitmen penuh dalam sebuah hubungan, menjaganya dengan seikat kebenaran, keterbukaan dan kejujuran, maka akan sangat sedikit sekali rasa kecewa yang dihasilkan.

Ketika Sebuah Pernikahan Telah Berada Di Ujung Tanduk…


Ketika sebuah pernikahan telah berada di ujung tanduk, ketika kepercayaan telah memudar yang diikuti rasa penghormatan yang perlahan menghilang di antara dua insan, ketika telah hadir banyak hal yang membuat ketidaksinkronisasian dan ketidakharmonisan pola pikir, dan ketika tujuan, visi dan misi semula mulai mengambang dan membias entah kemana.

Pernikahan merupakan salah satu hubungan rumit yang mempu membuat seseorang mencapai kedewasaan, namun, saat pendewasaan itu belum ditemukan maka sikap kekanakan pun akan bermunculan dan mengaburkan rasa saling pengertian hingga yang mendominasi adalah rasa egois. Ketika ego seseorang muncul dalam sebuah ikatan pernikahan dan bilamana tidak diredam atau dilawan juga dengan rasa keegoan yang sama, maka hidup serasa mengerikan.

21 Juni 2011

Perubahan

Lewat goresan kecil ini, aku ingin menuangkan perasaanku yang telah terakumulasi semenjak kejatuhan jiwaku.

Kondisi yang tidak memungkinkan untuk bekerja membuatku harus berdiam diri di rumah, mencari kegiatan yang menyenangkan. Meskipun saat-saat menyenangkan itu hanya terjadi dalam beberapa waktu saja. Aku tidak tahu, apakah aku yang salah menilai atau memang aku yang terlalu egois ya? Tidak adanya lagi komunikasi yang intens dengan teman-teman, membuat aku merasa diasingkan dan dilupakan, bahkan terkadang merasa seperti “kaperlek” (kapan perlu pake).

ShareThis