5 Juni 2013

Hujan, Mentari dan Pelangi

Sumber
Terkadang kita harus merenung untuk mendapatkan hikmah dan berusaha untuk mengerti dan memahami apa maksud sebenarnya dari Allah.

Ya, seperti hadirnya hujan atau seperti teriknya sinar matahari yang memiliki misi tertentu untuk semua makhluk di muka bumi. Namun, ada satu hal lagi maksud Allah yang tidak kita sadari, yaitu munculnya sosok pelangi!

21 Mei 2013

Hormon Kebahagiaan

Ada sebuah anekdot yang bila ditelisik lebih dalam adalah benar adanya. Bahwa semua penyakit itu bersumber dari hati dan pikrian. Ya, memang benar adanya dan aku sendiri sudah pernah mengalaminya. Kesedihan, stress, depresi, kurang perhatian, ketertekanan dan hal-hal yang berbau negatif lainnya akan menimbulkan berbagai penyakit di diri.

Misalnya, kesedihan, kesepian dan ketertekanan mungkin akan menghadirkan kanker dalam tubuh kita. Depresi dan stress mungkin akan mendatangkan asam lambung atau maag akut. Kesedihan yang terlalu lama mungkin akan membuat penyakit paru-paru dan eksim. Serta keadaan, situasi dan kondisi kejiwaan lainnya yang mungkin bisa menimbulkan penyakit fisik lainnya.

20 Mei 2013

Serpihan

Pasti ada banyak hal yang tidak kita mengerti dan selalu dipertanyakan, digugat apa jawabannya. Khususnya terkait dengan masa lalu, ya, sangat banyak pertanyaan yang menghampirinya. Untuk kesekian kali, aku pernah mengatakan bahwa "terkadang masa lalu itu dapat menyelamatkan seseorang tapi juga terkadang dapat menghancurkannya".

Atau seperti secuil ceramah yang pernah diutarakan oleh Ust. Maulana, bahwa masa lalu itu ibarat kaca spion tengah dari mobil yang kita kendarai. Mobil adalah kehidupan kita. Untuk selamat mengendarai mobil, kita memang harus sering melihat ke kaca spion, sekilas pandang saja bukan melulu terus-terusan menatapnya. Bila kita terlalu sering melihat kaa spion, apa yang akan terjadi? Ya, ada kemungkinan kita akan menabrak karena tidak fokus melihat ke arah depan.

19 Januari 2013

Sebuah Pengabdian, Beberapa Sujud, Beberapa Doa dan Sepiring Ketoprak

Beberapa minggu yang lalu, seorang sahabat mengatakan suatu hal yang membuat saya berpikir lagi tentang kehidupan ini. Hal sederhana yang dikatakannya adalah terkait dengan hari ulang tahun, baik itu peringatan, perayaan atau acara yang bersifat foya-foya.

“Mengapa kita harus merayakan hari ulang tahun, hari dimana bertambahnya umur, hari dimana sebenarnya masa kita tinggal sebentar lagi di dunia ini? Bukankah lebih baik kita memperbaiki diri dan mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya untuk bekal di kehidupan nanti, kehidupan yang kekal daripada dunia ini?”

Kira-kira seperti itulah kalimat singkat yang dipertanyakannya kepada saya, jauh sebelum hari ini tiba. Memang benar adanya, masa saya sudah tidak lama lagi hidup di dunia, bukan karena saya menderita penyakit kronis dan divonis akan segera meninggal, bukan karena itu, tetapi karena tidak seorang pun mengetahui sampai dimana batas usianya.

Sungai yang Mengembalikan Sampah ke Pemiliknya

Sumber Gambar

Beberapa hari ini, ibukota Indonesia, yaitu Jakarta, sedang dilanda banjir bandang, banjir besar-besaran. Berbagai simpati dan bantuan datang untuk menolong para korban, tetapi banyak juga yang menjadikan bencana ini sebagai gurauan. Ah, rasanya tidak etis menertawakan atau sekedar menyengir melihat bencana ini.

Apa yang terjadi mungkin adalah bentuk kekecewaan sungai kepada kita. Sungai membludak dan ingin mengembalikan sampah-sampah kepada pemiliknya. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya memang masih sangat memprihatinkan. Bukankah tempat-tempat (tong-tong) sampah sudah tersedia di berbagai tempat umum? Tetapi mengapa sulit sekali bagi kita untuk meletakkan bungkusan bekas pakai ke tempat yang seharusnya (tong sampah)?

ShareThis