Setiap
orang menyandang status sebagai seorang “pelajar”, meskipun dia telah
menyelesaikan pendidikan formal atau non-formalnya. Pelajar disini dalam artian
belajar dari proses kehidupan. Ya, kita semua adalah pelajar abadi sampai
keabadian itu sendiri yang merenggutnya.
Tidak
bisa dipungkiri dalam sebuah majelis pembelajaran yang memiliki banyak pelajar,
kita akan menemukan banyak getaran kompetisi. Merasa diri paling bagus, paling
hebat, paling berpengalaman, paling tahu, paling mengerti, dan paling lainnya. Kompetisi
itu sendiri pada dasarnya baik untuk perkembangan kita, namun jangan sampai
jatuh ke dalam jurang kesombongan atau keangkuhan.

