19 Agustus 2013

Secuil Note Menjelang Hari Bahagia

Jejak waktu seakan pergi meninggalkanku yang terpana pada ayunan ragam peristiwa dan kejadian. Tentu saja banyak cerita tapi entah mengapa kerinduan untuk bersua dengan tulisan dan bercerita bebas mengikuti alur jemari yang menekan tuts demi tuts keyboard selalu saja menghantui tanpa bisa diterjemahkan langsung ke dalam wadah semestinya. Ah, manusia, selalu saja terlalu banyak alasan untuk menghadapinya, kalau tidak memiliki banyak alasan sepertinya bukan manusia ya, hehehe....

Ketika aku mengatakan bahwa banyak kisah cerita nyata yang ingin kuceritakan memang benar adanya. Namun, tidak serta merta aku membeberkan semuanya pada ajang ranah dunia maya ini, karena banyak hal yang memang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik :D

2 Agustus 2013

Tiga Catatan di Akhir Ramadhan

Ramadhan akan segera berlalu dan kita bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434H. Beruntunglah Anda yang dapat merengkuh banyak hikmah dan pelajaran selama Ramadhan ini, dan bersyukurlah bagi Anda yang Ramdhannya masih terkesan biasa saja, bersyukur karena Allah masih memberikan waktu bagi Anda untuk memperbaiki diri. Ramadhan.... kami akan merindukanmu...

1.Seliar apa pun nafsu kita, ia bisa didewasakan.
Momentum Ramadan menyediakan tarbiyah khusus buat nafsu kita. Mungkin, nafsu bisa mendikte apa pun di luar Ramadan. Di balik tuntutan lapar, ia bisa saja menciptakan seribu satu dalih agar orang mencuri. Ia juga bisa mengelabui orang hingga terjebak pada zina. Dan di balik tuntutan istirahat, ia pun mampu mengungkung orang menjadi penyantai dan pemalas.

17 Juli 2013

Pemenuhan Hutang

Ada untungnya juga memiliki jaket yang berwarna  nge-jreng, cerah ceria, orange kalem adalah warnanya. Jadi semacam iconic yang menandakan bahwa itu adalah diriku. Jadi kemanapun aku pergi orang-orang sudah hapal bahwa itu adalah aku, jangankan keluarga, teman-teman, sampai kernet dan supir angkot pun hapal dengan jaket orange-ku ini.

Tentu saja ada berkah tersendiri saat aku mengenakannya. Salah satunya adalah lunasnya hutang ongkos angkotku yang tidak disengaja. Awal mula saat aku berangkat kerja dan harus membayar ongkos angkot sebedar Rp 4.000,- (sebelum kenaikan BBM). Satu hal yang aku lupa adalah aku tidak punya uang receh, hanya 2 lembar uang Rp 50.000,-. Mau nggak mau dan dengan berat hati aku harus membayar ongkos angkot dengan uang Rp 50.000,- itu, meskipun aku tahu kalau supir angkot mungkin akan marah.

16 Juli 2013

Selembar Daun yang Menutupi Bumi

Yang tinggal di gunung merindukan pantai..
Yang tinggal di pantai merindukan gunung...
Di musim kemarau merindukan musim hujan...
Di musim hujan merindukan musim kemarau...
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang...
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam...
Diam di rumah merindukan berpergian...
Setelah berpergian merindukan rumah...
Waktu tenang mencari keramaian...
Waktu ramai mencari ketenangan...
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik...
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa aja/takut selingkuh katanya...
Punya anak satu mendambakan banyak anak...
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja...

26 Juni 2013

Kebebasan Mencintai

Kebebasan untuk mencintai adalah salah satu hak hakiki manusia. Tiada yang mampu untuk menahan rasa cinta yang tiba-tiba datang, tiada yang tahu kapan rasa cinta itu akan menghampiri. Kepada siapa, dengan cara apa, dimana tempatnya, kapan terjadinya, semuanya berupa pertanyaan sekaligus jawaban.

Kebebasan untuk merasakan, meluapkan, mengekspresikan dan menyatakan cinta adalah nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Tentu saja bebas dalam artian tetap berada dalam ruang lingkup kaidah agama.

Bahagia tanpa harus membabi-buta. Sempurna tanpa harus membuang semua cacat yang ada di jiwa. Lengkap tanpa harus berebut tempat. Sumringah tanpa harus berubah. Berpendar tanpa harus terlihat menggelegar. Semuanya natural mengalir sebagaimana mestinya.

Cinta yang bebas akan terpancar dari sorot mata, saat ketika sinar dan getar-getar cinta berbicara melalui pandangan mata. Cinta yang terkukung atau tersembunyikan akan terlihat muram seperti mutiara di dalam lumpur, berkilau dalam keheningan.

Masih saja ada yang mempertanyakan, mungki karena dia belum paham. Bukankah untuk mencintai, dicintai dan saling mencintai kita tidak harus mempertanyakan atau mengerti atau memahami apa alasannya? Bukankah untuk mendapatkan cinta kita harus bisa merasakan? Jadi, bebaskan perasaanmu untuk mendapatkan cinta, sebenar-benarnya cinta. Cinta Rabb, cinta Rasul, dan cinta yang penuh berkah lainnya.


-260613-

ShareThis