16 Juli 2013

Selembar Daun yang Menutupi Bumi

Yang tinggal di gunung merindukan pantai..
Yang tinggal di pantai merindukan gunung...
Di musim kemarau merindukan musim hujan...
Di musim hujan merindukan musim kemarau...
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang...
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam...
Diam di rumah merindukan berpergian...
Setelah berpergian merindukan rumah...
Waktu tenang mencari keramaian...
Waktu ramai mencari ketenangan...
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik...
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa aja/takut selingkuh katanya...
Punya anak satu mendambakan banyak anak...
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja...
 
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki... Namun setelah dimiliki tak indah lagi...
Kapankah kebahagian akan didapatkan?
Kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki?
"Semoga aku menjadi pribadi yang selalu bersyukur... yang senantiasa bersyukurd engan berkah yang sudah aku miliki".

Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi.

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.

Jangan menutupi mata kita walaupun hanya dengan daun kecil...
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!

Bila hati kita tertutup maka tertutuplah semua...
Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas...
Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan dimudahkan dalam setiap urusan, Aamiin
Ya Allah penuhkanlah sepenuh-penuhnya kesabaran dan keikhlasan dalam hatiku.


-160713-

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis