9 November 2011

Pernikahan JaCin (Jawa-Cina)

Beberapa saat yang lalu saya membuat sebuah tulisan yang bersifat reportase tentang Pernikahan Unik JaBat (Jawa-Batak). Untuk tulisan kali ini saya akan menuliskan reportase kembali tentang pernikahan unik yaitu Pernikahan JaCin (Jawa-Cina).

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung masalah SARA, namun justru menitikberatkan kepada keragaman etnis dan budaya yang tergabung dalam tali pernikahan. Dimana pernikahan itu sendiri tidak memandang usia, suku bangsa, agama dan etsis, karena cinta dan kasih sayang yang menjadi dasar sebuah hubungan suci pernikahan.

5 November 2011

Idul Adha Bersama Mbah


Mbah, begitu saya menyebut orang tua ibu saya, mbah lanang (mbah laki-laki atau kakek) dan mbah wedok (mbah perempuan atau nenek). Mbah memiliki 5 orang anak, 4 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki. Saya adalah cucu pertama mbah, yang dilahirkan oleh ibu saya, anak pertama mbah.

4 November 2011

Anak-Anak, Para Remaja dan Mamak-Mamak, Ayo Ngeblog!


Beberapa bulan yang lalu saya memiliki tambahan cita-cita, yaitu ingin memperkenalkan kepada seluruh anak-anak dan remaja Indonesia tentang dunia menulis dan ngeblog. Akhirnya saya membuat sebuah blog yang bernama Rumah Blog Indonesia, blog ini khusus di buat sebagai wadah untuk semua hasil karya anak negeri, khususnya anak-anak dan para remaja yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi akan dunia maya.

Berlatar belakang rasa prihatin terhadap penyalahgunaan internet di kalangan anak-anak dan remaja, membuat saya tergerak untuk segera merealisasikan Rumah Blog Indonesia ini. Sedikit demi sedikit, pelan-pelan, dan berproses. Saya sangat berharap agar anak-anak dan para remaja bisa mengalihkan kecanduan mereka akan dunia internet (game online, situs-situs dewasa, dan kenegatifan dunia internet lainnya) kepada dunia menulis, dan ingin sekali mengajarkan kepada mereka bahwa menulis itu menyenangkan.

2 November 2011

Kantor Pos Mini yang Hampa di Pinggir Jalan

Pagi ini, ketika angkot yang kunaiki melewati jalanan menuju kota, sekilas aku melihat sebuah kantor pos mungil di pinggir jalan. Kantor pos yang dulu semasa kuliah dulu sering ku kunjungi untuk mengirim surat kepada para sahabat di luar kota.

Kantor pos mungil itu terlihat sangat sepi, tidak ada seorang pengunjung pun di sana, kecuali pak tua, petugas berkacamata yang dari dulu selalu setia menunggu surat atau barang yang akan dikirimkan di atas mejanya. Sekarang semuanya tampak sangat berbeda sekali, berubah 180 derajat bila dibandingkan dengan masa beberapa tahun yang lalu.

1 November 2011

Perasaan Kesepian Bisa Ganggu Kualitas Tidur


From Google
Sungguh menyedihkan hidup dalam kesepian. Disamping kurangnya dukungan sosial, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian juga mengganggu waktu istirahat malam. Para peneliti mengatakan bahwa kurangnya tidur merupakan salah satu cara perasaan kesepian yang dapat mempengaruhi kesehatan.

Peneliti dari Universitas Chicago membandingkan tingkat kesepian 95 orang dewasa di pedesaan South Dakota, AS dengan hasil pengukuran siklus tidurnya. Tidak ada individu yang terisolasi secara sosial, namun persepsinya tentang kesepian bervariasi.

ShareThis