28 November 2011

Kampanye SADARI (Lagi)


Kemarin, saya telah membuat salah seorang sahabat saya menangis. Bukan karena kesalahan yang saya lakukan, bukan karena menyakiti hatinya, bukan karena mengkhianatinya, dan bukan karena alasan lainnya. Tapi, karena saya memberitahukan penyakit yang masih saya idap saat ini, yaitu kanker payudara. Saya lupa memberitahunya dan dia hanya bisa menangis ketika mengetahuinya.

Akhirnya, saya bercerita panjang lebar tentang penyakit ini. Dari awal mula saya mengetahuinya melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) hingga seluk beluk kebandelan saya yang masih melanggar pantangan makanan. Dia masih tidak percaya dan bertanya apakah saya bercanda, tentu saja tidak, karena inilah faktanya.

27 November 2011

Antri Donk…!!!


Minggu subuh yang dingin telah memberikan kehangatan lewat sebuah kejadian lucu. Setelah azan berkumandang, sholat subuh pun telah di tunaikan, maka saya bersiap untuk mengantar bapak ke bandara. Bapak akan berangkat ke luar kota dengan keberangkatan pesawat jam 7 pagi, maka kami pun harus bersiap dan dengan segera menuju bandara.

Ketika mobil yang kami naiki tiba di pintu masuk bandara, terlihat beberapa mobil yang mengantri. Seharusnya posisi antrian kami adalah yang ke-6, namun sebelum mencapai pintu masuk itu ada dua unit mobil yang saling berebut posisi antrian. Ketika mobil kami mendekati antrian, mobil yang berada di posisi ke-4 berusaha menyalip antrian ke arah kiri dan memotong jalur mobil yang berada di posisi ke-5 yang juga berniat ingin menuju pintu masuk kedua.

26 November 2011

Ketidakjujuran Mulai Merambah Kantor Pos Miniku

Masih ingat tentang cerita Kantor Pos Mini yang Hampadi Pinggir Jalan? Akhir-akhir ini saya kembali mendatangi kantor pos itu untuk mengirimkan dokumen dan memaketkan barang. Petugas pak tua berkacamata yang sering saya temui 7 atau 8 tahun yang lalu tidak terlihat lagi, mungkin sudah di pindahkan atau sudah pensiun, beliau digantikan oleh petugas yang lain.

Pada tanggal 7 November 2011, saya mengirimkan sebuah dokumen kepada teman saya yang berada di Lhokseumawe (posisi saya di Medan). Dokumen di timbang dan petugas memberitahukan biaya pengiriman barang yang harus saya bayar yaitu sebesar Rp 6.000,-. Saya membayarnya sesuai dengan harga yang disebutkan oleh petugas tersebut dan saya menerima bukti resi-nya.


24 November 2011

Refresh Tentang Filosofi Pohon Kelapa


Sedari dulu, kita sudah mengenal tentang filosofi pohon kelapa. Pohon yang semua bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari ujung daun sampai ujung akar. Mari kita refleksi dan refresh kembali apa saja filosofi yang terkandung di dalamnya.

Ketika pohon kelapa telah berdiri tegak dan dewasa, kerimbunannya mampu mengurangi teriknya sinar matahari bahkan memberikan semilir angin rayuan pulau kelapa yang sangat sejuk dinikmati. Ketika seorang anak manusia telah beranjak dewasa, sudah seharusnyalah dia memberikan rasa nyaman akan kedewasaannya itu. Dapat menjadi tempat tumpuan dan selalu berusaha untuk memberikan kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.

22 November 2011

Refleksi Permainan Bola Indonesia VS Malaysia


Ada sebuah anekdot, bahwa gambaran suatu bangsa dapat dilihat dari permainan para jagoannya di lapangan hijau. Menilik pertandingan bola antara Indonesia VS Malaysia yang dilaksanakan malam ini, dan baru saja selesai dengan hasil 4-3, kemenangan ada di pihak Malaysia.

Permainan para pemain sepak bola yang cenderung santai, selalu menunggu bola menghampiri tapi ternyata pada kenyataannya sebelum bola menyentuh kaki pemain Indonesia sudah di hadang dan di rebut oleh pemain Malaysia. Bangsa kita juga terkenal akan sikap santainya, bahkan terlalu santai untuk menghadapi berbagai masalah yang pelik, hingga sering kali di salip oleh bangsa lain yang lebih maju dan berkembang.

ShareThis