1 Mei 2012

Bersyukur


Aku mensyukuri hari ini, sangat bersyukur atas hujan yang telah lama tidak kurasakan, atas berdesakan dalam kendaraan umum, atas kemacetan, atas bertambahnya masalah, dan atas karunia Allah lainnya.

Kita dapat menebak dengan mudah apakah seseorang itu termasuk orang yang penuh syukur atau tidak. Lihatlah reaksi pertama yang dikeluarkannya, ketika hari yang cerah atau panas terik dan tiba-tiba hujan deras turun mengguyur bumi. Kebanyakan dari orang-orang akan menggerutu atas turunnya hujan, “jemuranku basah” atau “nanti kepalaku pusing” atau “banjir lagi deuh” atau “udah cantik begini malah basah” dan keluhan lainnya.

Banyaknya jumlah keluhan yang terlontar tanpa disadari akan mengurangi karunia yang patut kita syukuri, sedikit demi sedikit hingga akhirnya hilang dan tidak terasa sama sekali. Itulah manusia, selalu dipenuhi amarah dan ketidakpuasan. Selalu merasa semuanya serba salah dan tidak berguna. Astagfirullah…

Bahkan, hujan yang merupakan salah satu karunia terindah dari Allah pun ikut mendapat hujatan atau umpatan. Bila kita mau membuka mata dan melihat dari sisi positif, hujan hanyalah salah satu dari kenikmatan yang bisa kita dapatkan secara gratis. Lihat di negeri nun jauh di sana yang terlihat gersang hingga tanahnya retak dan terpecak menjadi banyak bagian, mereka sangat mengharapkan hujan turun. Lantas, mengapa kita selalu saja merasa bahwa hujan dalah bencana?

Maka, tanamkanlah rasa syukur itu ke dalam lubuk hatimu. Kepada apa pun, kepada siapa pun, kapan pun, dimana pun, dan dalam situasi atau kondisi apa pun J


010512

2 komentar:

NF mengatakan...

sifat seseorang ketahuan dari reaksi pertamanya :) *berproses menjadi lebih bersyukur*

Irda Handayani mengatakan...

@NF : iya mb :)

Posting Komentar

ShareThis