28 Juli 2011

Wajah Manyun Yang Merusak Suasana

From Google

Akhirnya aku rasakan juga apa yang dirasakan seseorang yang pernah marah besar karena raut wajahku yang selalu manyun. Wajah manyunku terlihat begitu kentara saat banyak masalah dan membuat kepalaku pusing. Aku bukanlah seseorang yang pintar berakting untuk menyembunyikan kegalauan dan kekacauan pikiran. Sehingga saat aku dirundung masalah maka wajahku akan memperlihatkan kerutan-kerutan aneh, manyun, bahkan senyum pun menjadi suatu hal yang aneh.

Apa yang diperlihatkan wajah kita secara tidak langsung akan berdampak kepada orang lain. Aku telah mengalami beberapa kali teguran agar segera merubah raut wajahku yang manyun dan tidak enak dilihat itu. Namun, memang sulit untuk merubahnya dan hingga akhirnya seseorang itu marah karena muak sekali melihat wajah manyunku itu. Wah, aku tidak menyangka akan mengerikan seperti itu efeknya.

Lambat laun aku belajar, hingga akhirnya sekarang aku sendiri yang mengalami rasa marah dan muak kepada orang-orang di sekitarku yang berwajah manyun tidak menentu. Akhirnya aku sadar dan harus lebih belajar, bahwa dalam dunia kerja yang professional kita harus dapat menyembunyikan serapat mungkin wajah-wajah manyun dan tidak enak dilihat itu. Kenapa? Tentu saja karena akan berdampak dan berefek kepada orang lain.

From Google
Ternyata begini rasanya melihat dan bekerja dengan orang yang bermanyun ria, sangat tidak nyaman…. Awalnya sabar dan memaklumi bahwa mereka dengan dirundung masalah, awalnya tetap tegar dan berusaha untuk membangkitkan semangat mereka, tapi eh ternyata para wajah manyun itu terus saja menghiasi hari-hari ini. Jadi kesel sendiri…. Aku intropeksi diri lagi, mungkin kesalahannya ada pada diriku yang secara tidak sadar aku lakukan hingga membuat mereka jadi seperti ini. Tapi, mengapa mereka tidak berubah juga?

Mau marah, salah, tapi kalau tidak marah ya kerjaan juga tidak berjalan seperti yang diterapkan, dan sistem pun akan bertambah kacau. Oh Tuhan, mengapa ditubuh ini bersemayam wajah manyun dan murung ya…? Variasi wajah dan refleksi perasaan dari manusia itu sendiri. Aku juga tidak sepantasnya menggugat Tuhan atas tampilan wajah-wajah yang rupawan ini, ampuni hamba ya Allah….



Bandung – 280711

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis