15 Oktober 2011

Korelasi Zat Karsinogen Dengan Kanker


Sel Kanker - From Google
Potensi penyakit kanker terdapat pada diri manusia manapun, namun untuk membentuk dan menjadikan sel berpotensi kanker itu tumbuh, diperlukan suatu lingkungan khusus termasuk adanya bahan-bahan yang mengandung zat karsinogen.

Zat karsinogen adalah salah satu zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh dan mengganggu proses-proses biologis. Sedangkan karsinogenik adalah sifat yang mengendap dan merusak tubuh terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok, sehingga paru-paru menjadi berlubang dan menyebabkan kanker


Karsinogen berada di sekeliling kita dan tanpa disadari tercampur dengan udara yang kita hirup, makanan dan minuman. Secara mendasar, karsinogen terbagi menjadi dua golongan, yaitu karsinogen yang berasal dari bahan pangan dan non-pangan.

Karsinogen dari bahan pangan terdapat pada sebagian besar lemak, hydrazine pada jamur, solanin pada kentang yang berwarna hijau, aflatoksin pada jagung, benzoapyrene pada makanan yang diawetkan dengan pengasapan, sakarin dan siklamat juga ditenggarai memicu kanker secara mutagen.

Sedangkan karsinogen dari bahan non-pangan yaitu pada asap rokok, polusi udara yang mengandung timbal atau karbon monoksida, kandungan merkuri pada kosmetika, pengaruh alkohol, penggunaan obat kimia yang tidak semestinya, dan sebagainya.

Tips untuk menghindari mengonsumsi zat karsinogenik yang terdapat pada bahan pangan, yaitu :
  1. Hindari makanan yang terlihat dan berbau apek, karena mungkin makanan itu mengandung aflatoxin, yaitu zat yang menyebabkan kanker hati. Aflatoxin paling banyak ditemukan pada kacang tanah.
  2. Jangan memasak dengan menggunakan minyak panas yang bersuhu tinggi. Cara memasak dengan memanggang atau menumis membuat minyak atau lemak berubah sifat menjadi karsinogen, maka sebisa mungkin gantilah cara memasak dengan merebus atau mengukus.
  3. Berhati-hatilah dengan daging yang telah diolah, dikeringkan dan diawetkan. Senyawa nitrat dan nitrit yang digunakan untuk mengolah daging berubah menjadi zat nitrosamine selama proses pengolahan tersebut. Nitrosamine ditemukan dalam bacon, sosis dan dendeng daging, dimana nitrosamine ini juga berpotensi mengandung karsinogen.
  4. Jangan terlalu lama memanggang daging, karena pembakaran daging akan membentuk suatu zat yang disebut heterocyclic amines (HCAs) yang dilepaskan ketika panas membakas suatu senyawa yang disebut creatin yang ditemukan dalam darah dan jaringan hewan. HCAs sering dikaitkan dengan kanker usus, tumor paru-paru dan kanker payudara. Salah satu cara untuk mengurangi HCAs adalah daging dipanaskan terlebih dahulu di dalam microwave sebelum dipanggang untuk mengurangi cairan dan creatin-nya, meskipun cara ini tidak dapat menghilangkan seluruh zat HCAs itu.
  5. Hindari sedapat mungkin mengonsumsi makanan yang diasapin, karena bahan makanan yang melalui proses pengasapan akan menghasilkan zat polycyclic aromatic hydrocarbon (PAHs) yang juga menyebabkan penyakit kanker.
  6. Belilah bahan makanan organik bila memungkinkan. Zat aditif dan pestisida sering ditemukan pada sayuran dan buah-buahan non-organik yang dicurigai bersifat karsinogen. Belilah produk sayuran dan buah-buahan lokal karena produk lokak biasanya tidak diberi bahan kimia.

Sedangkan tips untuk menghindari zat karsinogen yang terdapat pada bahan non-pangan yaitu :
  1. Kurangi mengonsumsi rokok atau lebih baik berhenti sama sekali dari menghisap rokok, selain adanya zat karsinogen, terdapat juga zat nikotin yang sangat berbahaya bagi tubuh.
  2. Hindari menghirup udara yang tepolusi dengan selalu menyediakan masker, sapu tangan, atau tisu untuk menutup hidung dan mulut.
  3. Gunakan kosmetik yang terbuat dari bahan-bahan alami dan cek sebelum membeli produk kosmetik untuk menghindari menggunakan produk kecantikan yang mengandung merkuri.
  4. Tidak mengonsumsi minuman yang beralkohol.
  5. Mengurangi menggunakan dan mengonsumsi obat kimia, tapi beralihlah menggunakan obat-obatan herbal.
Jika ingin sehat, kembalilah ke alam. Manfaatkan semua fasilitas gratis yang telah disediakan oleh Allah SWT untuk kelangsungan hidup kita. Hidup secara modern boleh-boleh saja, namun jangan sampai merusak tubuh kita sendiri. Hidup terlalu ndeso juga boleh-boleh saja, justru sehat dalam kesederhanaan, tapi dunia modern juga dapat melengkapinya menjadi lebih indah. So, semuanya harus selalu dijaga keseimbangannya kan?

Selamat ber-weekend ria, jangan lupa untuk sedapat mungkin menghindari si zat karsinogen ini ya J


**Dari berbagai sumber

151011

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis