25 Desember 2011

Konsep Transparan Counter Makanan yang Gagal


Hari ini kami sekeluarga menghabiskan waktu berjalan-jalan, menikmati kebersamaan. Rencana yang telah dibuat beserta persiapannya untuk berlibur ternyata harus di cancel karena satu dan beberapa hal. Akhirnya kami menuju ke sebuah mall yang ada di luar kota. Capek berkeliling, kami pun singgah dan berisitirahat sejenak di food court yang terletak di pelataran samping mall tersebut.

Sambil beristirahat, kami memperhatikan berbagai counter makanan siap saji yang ada di sekeliling arena food court tersebut. Sangat beragam makanan dan minuman yang dijual, mulai dari jajajan pasar hingga makanan berat, bahkan beberapa counter juga menyediakan cemilan seperti dimsum.

Secara seksama saya memperhatikan lingkungan di sekitar food court itu. Semua counter yang menjual makanan ataupun minuman memiliki konsep dengan bentuk yang “transparan”, tanpa ada penutup counter secara penuh sehingga para pengungjung dapat melihat secara langsung proses mengolah, memasak hingga menghidangkan makanan atau minuman yang disajikan.

Bapak mengajukan agar kami memesan makanan atau minuman yang ada di food court, tapi saya tidak bergeming karena saya masih sibuk memperhatikan kondisi counter makanan dan minuman yang ada di situ. Jujur saya katakan, kondisi counter yang menjual makanan atau minuman di situ sangat tidak steril. Untuk ukuran food court yang berada di mall, counter yang menjual makanan atau minuman yang ada  di situ jauh dari yang namanya kebersihan dan kerapian.

Dengan leluasa saya bisa melihat bahan-bahan makanan yang akan mereka olah diletakkan di mana, dengan bebas saya bisa melihat bagaimana proses memasak mereka, dan dengan jeli pula saya bisa melihat bagaimana proses mereka menghidangkan makanan atau minuman pesanan para konsumennya. Bila saya bisa melihat semua kondisi tersebut, maka orang lain pun melihat hal yang sama.

“Pak, yakin mau memesan makanan atau minuman di food court ini…?” tanya saya kepada bapak.
“Kenapa mbak?” tanya bapak saya heran.
“Coba bapak perhatikan counter yang menjual makanan dan minuman itu. Perhatikan kondisi kebersihannya” pinta saya.
Setelah kami semua memperhatikan dengan seksama, akhirnya kami memutuskan untuk tidak memesan di food court itu dan beralih ke tempat lain yang lebih terjamin kebersihannya.

Menilik kejadian ini, konsep penampilan counter yang menjual makanan atau minuman secara terbuka dan “transparan” itu memang merupakan konsep yang sangat bagus, karena para konsumen akan bisa melihat proses si penjual mengolah bahan-bahan makanan menjadi makanan atau minuman yang siap saji dengan cara yang steril dan terjamin kebersihannya. Namun, bila konsep seperti ini tidak diterapkan  sesuai dengan standar kebersihan itu sendiri, maka bisa dipastikan para konsumen akan segera melirik tempat lain yang lebih terjamin kebersihannya.

Makanan dan minuman identik dengan kesehatan, kesehatan identik dengan kebersihan, dan kebersihan identik dengan tempat mengolah bahan-bahan makanan. Sudah sepatutnya Anda memilih tempat makan yang terjamin kebersihannya, meskipun mereka (para penjual) memberikan harga yang murah atau mahal, itu bukanlah jaminan mutlak kebersihan dan kesehatan makanan atau minuman yang disajikan kepada Anda.

Memang benar, tidak ada yang bisa memastikan secara pasti apakah makanan atau minuman yang Anda pesan terjamin kebersihan dan kesehatannya, namun merupakan tugas Anda juga untuk memperhatikan secara detail tempat pengolahan makanan atau minuman itu. Perhatikan secara seksama sebelum Anda mengambil keputusan untuk membeli dan memakan makanan atau minuman di tempat yang telah Anda pilih.

Menghabiskan weekend bersama keluarga adalah hal yang menyenangkan, namun tetap selalu waspada untuk menjaga kebersihan dan kesehatan Anda sendiri, keluarga dan orang-orang yang Anda sayangi.

Selamat menghabiskan weekend bersama orang yang Anda sayangi J


251211

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis