26 Juni 2012

Maling Kambuhan


Lingkungan tempat tinggal kami memang sudah sering dihinggapi aksi para pencuri, atau bahasa kerennya maling. Beberapa bulan ini pencurian mulai beraksi lagi, mulai dari hand phone, uang tunai, laptop, sepeda motor, tabung gas, kaca spion mobil, bahkan baju yang sedang dijemur pun bisa raib. Orang-orang yang berada di lingkungan ini juga sudah mengetahui siapa dalang di balik aksi pencurian, karena sudah pernah dipergoki beberapa kali dan pelakunya ya itu-itu juga, orang yang sama, maling kambuhan yang sudah pernah masuk penjara.

Pola yang biasa mereka lakukan adalah berjalan hilir mudik di depan rumah korbannya, memantau segala situasi dan mencari tahu kelemahan korbannya. Pola seperti ini sudah terbaca, tetapi yang namanya naas ya tetap saja ada, kejahatan terjadi karena ada kesempatan atau kelengahan.

Pagi ini giliran rumah kami yang disantroni maling. Kakek yang biasa terbangun dini hari seperti biasa melaksanakan sholat malam. Menurut pengakuan kakek, saat itu sekitar pukul setengah lima subuh dan kakek masih khusyuk dengan zikirnya. Memang ada suara yang berbunyi “kletek… kletek…!”, tapi kakek mengira suara itu adalah suara yang ditimbulkan oleh kucing. Tetapi lambat laun ada seseorang yang berdiri di depan rumah, kakek pun segera membuka pintu dan terlihatlah seseorang sedang membawa dua buah kaca spion mobil dan segera melarikan diri ke atas sepeda motor yang dikendarai oleh temannya.

Sontak adik saya terbangun dan mencoba mengejar, tapi mereka berhasil kabur dan melarikan diri. Dua orang yang mengendarai sepeda motor merk Mio berwarna merah, salah satu pelakunya mengenakan jaket berwarna hitam dan memiliki postur tubuh yang tinggi. Tetangga sebelah rumah juga terbangun dan melihat pelaku yang sudah menjauh dari TKP. Suara orang mengaji yang beralih ke suara adzan subuh di masjid dekat rumah ikut mengiringi kepergian maling tersebut.

Rumah yang kami tempati ini bukan tergolong besar sehingga garasi pun tidak ada, jadi mobil di parkirkan di teras rumah. Selama ini alhamdulillah aman-aman saja, baru hari inilah terjadi pencurian. Mungkin terkesan “memancing” dan memberikan kesempatan karena memarkirkan mobil di teras rumah, namun kondisi rumah yang sederhana tidak memungkinkan lagi bagi kami untuk membangun garasi.

Kami tidak bisa menuduh sembarangan meskipun ciri-ciri pelakunya memang cocok dengan maling kambuhan yang berkeliaran selama ini, jadi kami ikhlaskan saja spion mobil itu dan baretan panjang di sisi kanan mobil (mereka sempat meninggalkan “tanda tangan” berupa baretan), toh sesuatu yang diambil dari orang lain secara paksa tidak akan menjadi berkah. Lagipula, semua harga benda ini kan milik Allah, kapan pun Dia ingin mengambilnya kita tidak boleh marah J

Oh ya, ada satu hal lagi yang membuat saya merasa heran sendiri. Saya ini tergolong orang yang memiliki gerak refleks, jadi ketika orang-orang di rumah berteriak “maling!!!” maka saya pun ikutan terbangun dan berlari ke luar rumah. Saya seperti tidak terkendali sama sekali, terbangun dan berlari kencang adalah refleks yang tidak menyenangkan, apa lagi saya tidak tahu apa yang sebenarnya saya kejar. Akhirnya, kepala saya menjadi pusing dan jantung berdetak sangat kencang, mungkin efek dari serangan kaget teriakan “maling!” tadi.

Demikianlah kejadian sederhana yang menghebohkan pagi ini, antara maling kambuhan dengan gerakan refleks merupakan kombinasi tema yang lumayan pas untuk di bahas.

Tetaplah waspada!!!


260612

2 komentar:

NF mengatakan...

pertama2 saya mau ketawa dulu... bwhahhaha lucu banget itu yang tiba2 bangun terus lari2 ga jelas hihihi.. #piss.. kaya latah gitu ya..

yg kedua ini theme nya baru ya.. 'hore' bener deh warnanya :D

Irda Handayani mengatakan...

@NF : huahahahaha... saya aja nyengir sendiri kalau mengingat-ingatnya mbak =D
ttg template, biasalah mbak, lagi kumat ini virus eksperimen gonta ganti template-nya, harap maklum :P

Posting Komentar

ShareThis