14 Juni 2012

"Selamat Bergabung di Dunia Alay"


“Welcome to the jungle” kata teman saya, “Selamat bergabung di dunia alay”, kata teman saya lainnya lewat pesan singkat BlackBerry Message (BBM). Maaf, bukannya saya ingin menyombongkan diri karena baru saja memiliki benda ini, tetapi lebih kepada suatu pembahasan yang mungkin terlihat “telat” namun saya rasa masih pantas untuk dibahas.

Saya sendiri bukanlah seorang yang gemar hunting atau bergonta-ganti gadget, saya juga bukanlah seorang yang mahir atau fanatik menggunakan gadget, meskipun saya juga tidak gapteg-gapteg amat. Benda yang mulai “pasaran” ini pun saya beli karena kebutuhan untuk mengembangkan komunitas yang saya dirikan, dimana hand phone saya sebelumnya kurang mendukung, maklum, model jadul.

Riwayat hand phone yang saya miliki sangat sedikit, bisa dihitung menggunakan jari sudah berapa kali saya menggantinya. Selain karena biaya untuk bergonta-ganti hand phone juga tidak murah (karena saya lebih suka membeli yang baru daripada second), kebutuhan utama saya terhadap hand phone hanyalah untuk berkomunikasi lewat pesan singkat dan teleponan, itu sudah cukup.

Namun entah mengapa saya justru menjatuhkan pilihan pada BB, memang ada segelintir perasaan iri dan juga perasaan bête karena hand phone jadul saya memiliki hobi LOLA, yang tentu saja selalu membuat saya tertinggal meng-input atau menyimpan informasi yang telah di download dari proses browsing atau selalu saja gagal memberikan komen di jejaring sosial media.

Salah seorang teman saya menjelaskan alasannya mengapa dia memilih BB sebagai perangkat komunikasi dan barang sosialita-nya. Alasannya sangat sederhana, dia melayangkan sebuah pertanyaan kepada saya, “Mengapa orang yang tidak menggunakan BB cenderung lama membalas pesan singkat ke hand phone tipe biasa?” Jawabannya terletak pada perbedaan sistem antara hand phone biasa dengan sistem pada BB. Pada BB, kita menggunakan BBM sebagai fasilitas pengirim pesan antar sesama pengguna BB, dimana terdapat beberapa istilah seperti “D” yaitu singkatan dari Delivery dan “R” yaitu singkatan dari “Read”.

Sumber Gambar

Bila huruf D terlihat pada pesan yang dikirim, artinya pesan telah diterima oleh seseorang di seberang sana. Bila huruf R terlihat, artinya pesan tersebut telah dibaca olehnya. Nah, kedua hal ini tidak terdeteksi pada hand phone tipe biasa. Meskipun pesan yang telah dikirim berada pada folder sent item dan telah menunjukkan status Delivery, tapi kita tidak tahu pasti apakah seseorang itu benar-benar menerima pesan dari kita. Dan kita juga tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah dia telah membaca pesan tersebut. Alasan sederhana yang baru saja saya ketahui :D

Mungkin ada banyak alasan sederhana lainnya atau justru alasan yang “wah” yang menyebabkan seseorang memilih BB sebagai perangkat komunikasinya. Dan lucunya lagi, saya tidak mengetahui juga kalau BB itu tidak akan berfungsi secara maksimal bila paket BB-nya belum diaktifkan. Kalau berbicara tentang hal yang ini selalu membuat saya tertawa, kelihatan sekali gapteg-nya. Lebih baik belajar dari kesalahan daripada tidak sama sekali, dan lebih baik bertanya daripada tidak nyambung sama sekali :D

BB sama seperti smart phone kebanyakan, selalu mengalami regenerasi, selalu menghadirkan tipe-tipe terbaru dan tercanggih. Smart phone saat ini juga sangat banyak ragamnya, tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan dan kantong kita, atau membeli smart phone tercanggih hanya untuk mendongkrak rating sosial juga tidak masalah. Wajar-wajar saja, namanya juga manusia, tidak akan pernah puas.

Bila ditanya bagaimana perasaan saya setelah menggunakan BB selama dua hari ini, saya akan menjawab “Saya sedang berada dalam posisi katrok dan kamseupay, tapi saya tidak mau ikutan latah menjadi alay”.

Oh ya, berikut ini daftar hand phone tipe apa saja yang telah saya gunakan sebelumnya :
HP pertama saya, yaitu Sony Ericsson T-100 berwarna biru
Digunakan sekitar tahun 2000 atau 2001
Sumber Gambar

HP kedua saya, yaitu Sony Ericsson Z-300 berwarna biru
Digunakan sekitar tahun 2003
Sumber Gambar

HP ketiga, sebenarnya saya lupa tipe apa, tapi mirip2 dengan tipe ini,
hanya saja warna yang saya beli  dulu adalah gold
Digunakan sekitar tahun 2008
Sumber Gambar

HP keempat saya, yaitu Nokia 9120 Classic berwarna hitam, persis seperti gambar di atas.
Saya senang dengan HP ini karena ada fasilitas viedo call-nya
dan HP ini masih setia mendampingi saya sampai sekarang :)
Digunakan sekitar tahun 2010
Sumber Gambar

HP kelima yang ketinggalan diinput adalah Nokia C3 dan merupakan HP kesayangan saya.
Digunakan mulai tahun 2011 dan dihibahkan ke adik setelah saya membeli HP BB ini.
Sumber Gambar

Dan inilah HP yang baru saya gunakan selama dua hari ini,
Black Berry Curve 9220-Davis-
Meskipun tidak begitu canggih yang penting saya beli dari hasil  keringat sendiri :)
Digunakan mulai tanggal 12 Juni 2012
Sumber Gambar


Baiklah, selamat memilih perangkat komunikasi atau gadget atau smart phone :)


140612

2 komentar:

ninuk endahsl mengatakan...

cie BB baru cikiciuw :D
ayo invite pin aku..! haha nyebar pin -_-

Rumah Blog Indonesia mengatakan...

@Ninuk : hehehe...jadi malu :P Boleh2, sekalian nambah teman :D

Posting Komentar

ShareThis