16 September 2011

Ke-awam-an di Kalangan Ibu-Ibu Dalam Menggunakan ATM

“Mbak, tolong bantuin saya masukkan kartu ATM ini ya, saya tidak tahu bagaimana cara menggunakannya”, kata ibu itu sambil menyodorkanku sebuah kartu ATM.
“Ir, tolong ambilkan uang dari kartu ATM tante ini ya, karna tante takut kalau mau ke ATM, lagipula tante nggak tahu bagaimana menggunakannya”, kata tante yang meminta pertolonganku.
“Ir, bagaimana cara memasukkan kartu ATM ke mesinnya? Bagian yang mana duluan yang harus dimasukin? Terus, nanti bagaimana prosesnya?”, tanya tante yang lain dari seberang telepon.
From Google
Aduh, miris rasanya, di zaman kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, ternyata masih banyak orang-orang yang belum mengetahui bagaimana cara menggunakan ATM. Dari beberapa kasus yang saya alami di atas, memang sebagian besarnya adalah dari kaum perempuan. Bukan berarti bahwa kaum perempuan itu gapteg (gagap teknologi), hanya saja mereka merasa sudah tidak masanya lagi untuk mempelajari hal-hal yang berbau kecanggihan ini.

Dalam hal ini, bukanlah pendidikan yang menghalangi mereka karena tidak bisa melakukan pekerjaan sederhana itu, baik mengambil uang, melakukan transfer, mengecek saldo, dll. Tetapi lebih kepada kemauan dan bimbingan dari orang-orang sekitar mereka. Tentu sangat riskan dan bahaya bilamana suatu ketika mereka harus bertanya hal yang sama kepada orang lain. Bukannya su’uzon, tetapi tidak semua orang itu memiliki niat baik kan? Rambut boleh sama hitam (meskipun banyak yang berwarna-warni, hehehe) tetapi isi kepala siapa yang tahu. Jangankan mereka yang masih awam, saya saja yang sudah familiar masih merasa ketakutan dan waspada ekstra jika menggunakan mesin ATM, ya meskipun yang diambil hanya beberapa ratus ribu, hahaha.Pekerjaan tersebut memang sepele tapi mengandung berbagai resiko yang mengerikan, apalagi di zaman seperti ini, semuanya bisa menjadi masalah dan berbahaya.

Kecanggihan teknologi zaman sekarang mencakup ke semua bidang pekerjaan, apapun itu. Kalau hanya faktor umur yang sering menjadi alasan kenapa mereka tidak mempelajari dan menggunakan beberapa kecangihan teknologi yang lain, toh itu bukanlah merupakan harga mati, karena apapun itu masih dapat dipelajari jika ada kemauan.

From Google
Masih banyak para perempuan yang berusia 40 atau 50 tahun ke atas yang masih dengan fasih menggunakan gadget sebagai media berkomunikasi, apalagi para perempuan yang masih tergolong muda belia. Meskipun kenyataannya seperti itu, tapi, bagaimana cara mereka menggunakan dan memfungsikan semua kecanggihan teknologi itu sangat berbeda, baik tolak ukurnya, sudut pandangnya, tujuannya, dan lain-lain.

Tidak melulu semua generasi muda salah dalam menggunakan fasilitas internet dan kecanggihan teknologi yang lain. Tidak melulu juga bahwa semua generasi tua tidak mampu dan tidak bisa mempelajari kecanggihan teknologi itu. Kembali kepada kasus di atas, sudah sepantasnyalah, kita, para generasi muda membantu memperbaiki dan mengajarkan kepada para generasi muda yang lain dan para generasi tua untuk menggunakan dan memfungsikan kecanggihan teknologi dengan cara yang benar.

Sudah sepantasnyalah kita, tidak hanya bisa berkomentar tanpa ujung pangkalnya dan tidak menghasilkan solusi sama sekali, tidak hanya bisa saling menyalahkan, tidak saling menjatuhkan, tidak saling menjelekkan. Tetapi, sadar dirilah bahwa kita sebagai generasi muda dituntut untuk lebih bertindak terhadap semua permasalahan, baik dari permasalahan kecil yang terlihat tak berarti seperti di atas, maupun permasalahan besar yang melanda bangsa.

Ajarkan para generasi yang lebih muda dan para generasi yang lebih tua bagaimana berinternet sehat, tetapi jangan pula kita yang ikutan merusak moral berinternet dan berteknologi itu, bisa makin kacau nie dunia, hahaha…


Padang - 160911

0 komentar:

Posting Komentar

ShareThis